Monday, December 22, 2014

Toyota Mirai, Mobil Berbahan Bakar Hidrogen Pertama di Dunia

Toyota Mirai
Cepat atau lambat, bahan bakar fosil dipastikan akan habis, dan harganya pun semakin mahal. Sudah lama perusahaan otomotif bekerja keras mencari alternatif, dan beberapa bahkan telah merealisasikannya melalui model konsep atau prototype. Namun semua itu tak banyak berubah hingga produsen berhasil memproduksi dan menjualnya secara masal.

Setelah mengungkap ide mereka melalui mobil konsep bernama FCV tahun lalu, raksasa otomotif asal Jepang Toyota akhirnya mengumumkan Toyota Mirai di ajang Los Angeles Auto Show 2014 bulan November ini. Sekilas ia tampak seperti mobil berdesain futuristik biasa, namun bukannya emisi karbon, ia hanya mengeluarkan uap air karena Mirai adalah mobil berbahan bakar hidrogren pertama di dunia yang siap dipasarkan secara komersil.

Toyota Mirai bisa dibilang ialah inkarnasi selanjutnya dari Prius, tapi tentu desainnya jauh lebih baik. Ia merupakan mobil sedan berukuran sedang dengan empat pintu. Mirai mampu menyaingi mobil bermesin tradisional biasa, namun memanfaatkan hidrogen untuk mentenagai sel bahan bakar kendaraan. Berbeda dari mobil full electric (contohnya Tesla Roadster), proses pengisian dapat dilakukan sangat cepat, hanya lima menit, membawa Anda bepergian hingga 482km.

Performa Mirai serupa seperti mobil perkotaan sekelasnya. Melalui output 3,1 kW/L, dipadu volume mesin optimal yang memberikan ruang leluasa untuk penumpang serta pengemudi, Mirai mempunyai tenaga maksimal sebesar 153hp; membuatnya mampu melesat dari nol ke 100 kilometer per jam hanya dalam sembilan detik.


Presiden sekaligus CEO Toyota, Akio Toyoda, berkata dalam presentasi di Los Angeles Auto Show 2014, “Kami percaya bahwa di belakang kemudi Mirai, kita bisa pergi ke tempat yang belum pernah kita jelajahi, ke dunia yang lebih baik, dengan kendaraan yang juga lebih baik. Bagi kami, Mirai tak cuma sekedar mobil baru, tetapi juga sebuah kesempatan untuk membuat perbedaan. Dan membuat perubahan ialah misi Toyota.”

Dalam bahasa Jepang, Mirai artinya adalah ‘masa depan’. Toyota ingin mendorong lebih jauh agar sistem fuel cell menjadi mainstream. Toyoda menyebut Mirai sebagai titik balik sejarah otomotif, kehadirannya akan mengurangi ketergantungan kita pada minyak sembari meminimalisir kerusakan lingkungan. Toyota juga bekerja sama dengan Air Liquide – pemasok hidrogen dan gas-gas lain, untuk menciptakan jaringan SPBU.

Mirai rencananya akan mendarat di Jepang awal tahun 2015, lalu tiba di Amerika pada Musim Gugur, kemudian baru di Eropa. Sebagai awalnya, Toyota berniat memproduksi 700 unit Mirai, dimana 400 mobil akan dijual di Jepang (3.000 unit segera menyusul di akhir 2015). Sayang kendaraan masa depan ini ditawarkan di harga yang tidak murah, Mirai dibanderol US$ 57.500.

Sumber: Toyota.com. Sumber tambahan: Forbes.