Monday, December 22, 2014

Angin Ion (Ion Wind) salah satu kemungkinan teknologi UFO dan pencipta Crop Circles

Angin ion, atau angin koronal merupakan aliran fluida terionisasi dihasilkan oleh kuat medan listrik . Francis Hauksbee , kurator instrumen untuk Royal Society of London, membuat laporan awal “angin listrik” pada tahun 1709.

 

Myron Robinson menyelesaikan bibliografi yang luas dan kajian literatur selama tahun 1950-an kebangkitan dari ketertarikannya atas fenomena ini.
Energi listrik pada konduktor berada sepenuhnya disisi luar permukaan / penampang dan cenderung lebih berkonsentrasi di sekitar daerah bertitik yang tajam (sudut) dan sisi-sisi pinggir dari pada permukaan datar.

 

Ini berarti bahwa medan listrik yang dihasilkan oleh permukaan yang semakin kecil, mengecurut dan tajam (titik konduktif) akan jauh lebih kuat daripada bidang yang dihasilkan oleh muatan yang sama yang berada pada bidang bulat besar datar dan mulus (conduction shell).


Ketika kekuatan medan listrik ini melebihi apa yang dikenal sebagai lucutan korona tegangan awal (corona discharge inception voltage atau CIV) itu mengionisasi udara pada ujungnya dan api jet samar berwarna ungu kecil pada plasma dapat dilihat di dalam gelap pada ujung konduktif.

Untuk lebih jelasnya, kita lihat pada video percobaan pembuatan Angin Ion (Ion Wind) dibawah ini yang terlihat lucutan korona berwarna biru atau ungu dan menghasilkan “angin” dari ion-ion disekitarnya:

Pada video diatas terlihat adanya kelistrikan akibat daya yang tinggi tersebut menghasilkan kilatan cahaya berwarna ungu kebiruan.

Hasil ionisasi molekul udara terdekat tersebut akan “menggerakkan molekul udara yang terionisasi” dan memiliki polaritas yang sama dengan ujungnya yang terkena aliran listrik. Selanjutnya, pada ujungnya menangkis atau menolak awan ion yang bermuatan. Dan awan ion seketika itu juga meluas karena adanya tolakan diantara ion-ion itu sendiri.

Tolakan ion ini menciptakan sebuah “angin listrik” yang berasal dari ujungnya, yang biasanya disertai dengan bunyi mendesis akibat perubahan tekanan udara di ujung penampang tersebut.
Untuk lebih jelasnya, kita lihat bagaimana angin listrik atau angin ion (ion wind) tersebut dihasilkan dan bergerak menghembus tanpa adanya kipas atau kincir seperti pada video dibawah ini:


Berbeda dengan fungsionalitas dari pendorong Elektro Hidrodinamis (Electrohydrodynamic / EHD), jaringan gaya yang dihasilkan oleh perangkat angin ion tidak bergantung pada transfer momentum antara kelistrikan dan molekul udara netral, tetapi hanya pada dorongan yang dibebankan pada kelistrikan ion disaat ada tolakan di ujung penampangnya.
Hal ini sama persis seperti halnya dengan tolakan mundur dari pistol ketika menembakkan sebuah peluru.

“Lifter” yang terangkat karena adanya Ion Wind. Dengan pengembangan tambahan, maka energi “angin ion” tersebut dapat digunakan untuk mengangkat sesuatu, istilahnya “lifter”, seperti percobaan pada video dibawah ini:


Angin ion seperti layaknya ion-ion yang bergerak cepat, sedangkan angin adalah udara yang bergerak, jadi perlu diingat: ini ion yang terhembus lalu bergerak, bukan udara yang digerakkan oleh angin.
Ion ada dimana saja dan ion tidak harus ada di udara yang beroksigen atau sejenisnya, karena di tempat yang vakum seperti luar angkasa, ion sama banyaknya seperti di Bumi.
Lalu dengan adanya penyempurnaan yang berlanjut, maka makin besarlah dimensi “lifter” yang bisa terangkat:

Apakah metode ini dapat diterapkan diruangan  tanpa udara dan grafitasi? Apakah pesawat antariksa ras manusia suatu saat akan menggunakan metode ini?
Perlu diingat pula bahwa ini bukanlah “anti grafitasi”. Namun energi yang dihasilkan dari apa yang disebut “Angin Ion” yaitu ion-ion yang bergerak cepat karena dipacu oleh suatu energi listrik yang besarnya hampir seperti petir.




Angin Ion di Bumi kita ini sudah dimasukkan ke kategori “gejala alamiah” yang dari dulu ada seperti juga halnya hujan, petir, pelangi dan sebagainya… dan gejala ini dapat mempengaruhi lingkungan tanpa harus menyentuhnya karena tak terlihat.

Lalu muncul pula pertanyaan yang selama ini belum dengan pasti mutlak dapat terjawab: Apakah Crop Circles terbentuk karena adanya gejala alam ini? Jawabannya adalah, bisa jadi. Tidak menutup kemungkinan gejala alamiah angin ion dapat mempengaruhi udara disekitarnya dan menghasilkan listrik statis.

Seperti pada masa kecil lalu, kita menggesekkan penggaris plastik atau sampul plastik buku pada meja kelas, lalu mendekatkannya ke rambut, maka rambut akan berdiri karena adanya listrik statis tersebut.
Karena untuk membuat angin ion membutuhkan energi listrik yang sangat besar, maka secara alamiah jika berada di alam akan membentuk seperti bola terang atau titik terang. Seperti video dibawah ini:


Kemudian dengan telah terkumpulnya energi yang besar tersebut maka Angin Ion (Ion Wind)  membentuk apa yang kita sering disebut sebagai: bola terang (ball of lights) atau “light balls”.
Dimana jika gelaja alamiah berupa bola terang tersebut melintas diatas tumbuhan yang berumpun seperti padi dan gandum juga rumput serta mempunyai batang kecil, maka akan mempengaruhinya karena adanya listrik statis, seperti layaknya plastik sampul buku yang ditempelkan di rambut, maka pada tumbuhan yang batangnya kecil akan tertekuk…  dan berpola seperti Crop Circles! (icc.wp.com)


Sumber: indocropcircles.wordpress.com