Monday, December 22, 2014

Makna Peringatan Hari Ibu


Seluruh keluarga di Indonesia merayakan hari ibu. Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.
Awal mula peringatan hari ibu ditandai dengan keluarnya Dekrit Presiden No. 31 tahun 1953 pada ulang tahun ke 25 Kongres Perempuan Indonesia pada 1928. Dipilihnya tanggal 22 ini untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara.
Kini, arti hari ibu telah banyak berubah. Hari ini dijadikan hari untuk menyatakan rasa cinta kepada kaum ibu. Hari ibu juga banyak dirayakan dengan menggelar lomba-lomba seperti lomba masak dan lomba memakai kebaya.

Di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hari ibu dirayakan dengan upacara bendera yang dipimpin oleh Staf Ahli Mendikbud bidang Hukum, Anna Erliyana. Upacara dilaksanakan di halaman kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (22/12/2014) pagi.

Dalam kesempatan tersebut Mendikbud membacakan sambutan upacara hari ibu dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana S. Yembise. Dengan adanya peringatan hari ibu ini, kata dia, terbukti adanya, perhatian, pengakuan terhadap eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

“Peringatan Hari Ibu ini juga membawa pengaruh positif bagi perempuan dan masyarakat yang terdorong untuk selalu menghargai hak-haknya sebagai perempuan,” katanya.

Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara juga mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change) dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema: “Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki dalam Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan dan Berkeadilan Menuju Indonesia Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”.
Selamat Hari Ibu! (Aline Rogeleonick)

Sumber: kemdiknas.go.id