Categories

Kumpulan Mata Pelajaran Sekolah.

Download Software

Download E-Book Dan Software Pelajaran Untuk Komputer dan Handphone.

Motivasi

Artikel motivasi untuk kita selalu semangat meraih cita-cita

Tentang Kami

Profile Kami, Visi Misi, Partner dan Kontak kami.

News

Berita Tentang pendidikan Terbaru dan lain-lain.

Showing posts with label manajemen. Show all posts
Showing posts with label manajemen. Show all posts

Tuesday, December 16, 2014

Perbedaan Jurusan Akuntansi dan Manajemen

Di accounting umumnya kita belajar pembukuan keuangan perusahaan, dan segala sesuatu yang berususan dengan keuangan sebuah perusahaan.

Namun seiring waktu, kebanyakan perusahaan mengurus keuangan dengan komputer untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan data yang akurat dan lebih cepat. Karena itu, di accounting era sekarang kita mempelajari accounting dengan menggunakan komputer, dan untuk membuat sebuah fakultas lebih laku dijual ke calon mahasiswa/i, banyak jurusan accounting menyodorkan mata-kuliah komputer, manajemen, hukum, dan bahasa.

 
Selain itu juga, accounting bukan hanya belajar tentang pembukuan saja, kita juga diajarkan tentang perilaku akuntansi seperti bagaimana perilaku dalam menyusun anggaran, perilaku biaya,dan perilaku-perilaku dalam metode akuntansi yang lainnya meskipun ujung-ujungnya tetap ke pembukuan.cuma di era sekarang ini tugas pembukuan, dll sudah diganti sama komputer.

Bagi yang ingin suatu hari menjadi seorang manager atau pemilik perusahaan, mereka mengambil jurusan manajemen, dimana mereka pada umumnya belajar mengurus (to manage) sebuah perusahaan. Dimulai dari prinsip manajerial, perusahaan, dll, kita belajar semuanya yang berkenaan dengan perusahaan; perusahaannya sendiri, produk, servis, hukum, karyawan/tenaga-kerja, termasuk juga akuntasi, termasuk juga bagaimana mengatasi perusahaan yang hampir gagal atau saingan.

Benar, di manajemen ada juga belajar akuntansi, namun tidak sedalam yang belajar di department/faculty of accounting langsung. Accounting yang dipelajari di manajemen adalah dasar2nya, dan accounting yang perlu diketahui layaknya seorang manager.

Tapi, bisa saja lulusan accounting tapi jadi manager perusahaan. Karena, masalah manajemen sebuah perusahaan lebih memerlukan pengalaman kerja dan ketelitian, bukan teori atau nilai akademik yang tinggi.

Mungkin masih banyak beberapa pengertian yang menjelaskan perbedaan antara Akuntansi dan Manajemen, kalo jawaban ini belum memuaskan, rekan - rekan bisa mencari referensi lain yang mungkin lebih mantap lagi.

Yang pasti, di kami tidak ada perbedaan antara Akuntansi dan Manajemen karena tetap satu "Fakultas Ekonomi".
 
Sumber: kbmfekonunigal.blogspot.com

Friday, November 28, 2014

Pengertian Ekonomi Makro

Ekonomi Makro
An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations:
“If a pin manufacturer tried to charge more than his competitor, they would take away his trade, if a workman asked for more than the going wage he would not be able to find work if a landlord sought to exact a rent steeper than another with land of the same quality he would get no tenant”
setiap pelaku kegiatan ekonomi harus tunduk pada pasar kalau tidak ia akan terlempar dari perekonomian ybs
Ilmu ekonomi (economics) adalah bagian ilmu sosial yang mempelajari bagaimana manusia menentukan pilihan dalam menggunakan sumberdaya (resources) untuk menghasilkan benda (commodity) yang mereka butuhkan dalam hidup mereka agar memperoleh guna/manfaat (utility) yang sebesar-besarnya.
Ilmu ini lahir pada tahun 1776 yaitu pada waktu ditulisnya buku “the Wealth of Nations” oleh Adam Smith seorang ilmuwan Skotlandia.
Ekonomika Makro (Macro Economics) atau Ekonomika Agregatif (Aggregative Economics) adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menaruh perhatian pada kinerja perekonomian secara keseluruhan (overall performance of the economy) dan segala  aspek yang berkaitan dengan itu baik yang menyangkut pertanyaan apa, kenapa dan bagaimana.
Ilmu ini berkembang pesat sejak tahun 1936 yaitu sejak ditulisnya buku “General theory of employment, interest and money” oleh ilmuwan Inggris J.M.Keynes.

Contoh Makalah Ekonomi : Peranan Sektor Publik Dalam Pemulihan Ekonomi Daerah Pada Era Otonomi

Contoh Makalah Ekonomi - Selamat datang di blog Kumpulan Contoh Makalah Mahasiswa dan salam kenal bagi para pengunjung baru yang sudah menyempatkan diri mampir di ini blog yang sederhana. Untuk kesempatan kali ini kami akan berbagi posting tentang Contoh Makalah Ekonomi tentang Peranan Sektor Publik Dalam Pemulihan Ekonomi Daerah Pada Era Otonomi yang disusun oleh sobat Freddy Wangke. Bilamana masih ada waktu luang sobat juga bisa membaca posting terdahulu yang membahas tentang "Contoh Pendahuluan Makalah yang Baik + Ulasan singkat". Semoga bermanfaat.


Contoh Makalah Ekonomi : Peranan Sektor Publik Dalam Pemulihan Ekonomi Daerah Pada Era Otonomi


Peranan Sektor Publik Dalam Pemulihan Ekonomi Daerah Pada Era Otonomi : Suatu Pendekatan Teoritis Pada Public Choice
Oleh: Freddy Wangke (E-mail : freddetw2001@yahoo.com)

PENDAHULUAN
Pelaksanaan otonomi daerah yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2001, telah memberikan kesempatan kepada setiap daerah provinsi di Indonesia untuk mengembangkan sendiri potensi daerah (faktor endowmen) yang dimilikinya. Selama ini pengembangan potensi daerah telah diarahkan pada 9 sektor ekonomi, yaitu : Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, Industri, Bangunan, Angkutan, Perdagangan, Hotel dan Restoran, Lembaga Keuangan dan Jasa Perbankan, serta Jasa-Jasa.

Pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai oleh masing-masing sektor tidaklah sama. Perbedaan itu terlihat dari kontribusi masing-masing sektor terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Dengan pertumbuhan yang berbeda itu mempengaruhi kesejahteraan ekonomi secara agregat di daerah yang kini melaksanakan otonomi daerah. Kontribusi terbesar pada PDRB umumnya diperoleh dari sektor pertanian, sehingga sektor ini merupakan sektor andalan di daerah dan dijadikan ukuran efisiensi, sedangkan sektor lain yang kontribusinya terhadap PDRB kecil kurang diandalkan dan dianggap tidak efisien. Kegiatan ekonomi yang hanya mengandalkan pada suatu sektor tertentu merupakan ciri dari perekonomian pasar yang diperankan oleh pihak swasta yang bersifat jangka pendek dan homogen. Sifat homogen itu juga nampak pada alokasi sumberdaya ekonomi, terutama sumberdaya manusia.

Di era otonomi, pembangunan ekonomi haruslah dilakukan secara serentak pada setiap sektor, walaupun menurut Hirschman dalam Todaro (1985), bahwa untuk negara (daerah) berkembang pembangunan ekonomi tidak dilakukan secara serentak (unbalanced growth) yaitu dengan menetapkan sektor unggulan, dimana sektor unggulan ini akan berimplikasi ke depan (forward linkages) dan hubungan ke belakang (backward linkages). Pemerintah harus memberikan kejelasan bahwa kemakmuran dan kesejahteraan ekonomi yang akan dicapai sesuai dengan kehendak masyarakat daerah. Karena masyarakat itu sendirilah yang lebih mengetahui sektor ekonomi mana yang perlu ditingkatkan, dikembangkan, dipertahankan, sesuai dengan sosio-kultur daerah tersebut.

Perencanaan pembangunan dari atas ke bawah (top-down planning) yang pernah dilakukan pada masa orde baru, nampaknya belum menciptakan kestabilan ekonomi di daerah, bahkan yang terjadi adalah ketidakjelasan seperti alokasi sumberdaya (modal), ketidakmerataan pendapatan, pengangguran, kemiskinan, dan lain sebagainya. Perencanaan pembangunan dari bawah ke atas (bottom-up planning) merupakan perencanaan yang diharapkan dapat mengatasi distorsi tersebut. Menurut Cullis dan Jones (1992), bahwa pemerintah suatu daerah bukan hanya berperan dalam hal keuangan (anggaran), tetapi juga berperan dalam hal penentuan pilihan supaya masyarakat dapat memperoleh kesejahteraan.

Dalam rangka pengembangan ekonomi di daerah, penyediaan sumberdaya manusia menjadi syarat keharusan, akan tetapi belum memenuhi sebagai syarat kecukupan. Selanjutnya penyediaan investasi dan penggunaan teknologi dapat dijadikan sebagai sumberdaya ekonomi yang memiliki syarat kecukupan itu.

Menurut Tambunan (2000), bahwa tujuan UU No. 22 Tahun 1999 adalah untuk mengubah sistem alokasi anggaran daerah (regional) dari suatu sistem pengeluaran menjadi sistem bagi hasil. Dalam konteks ini fungsi desentralisasi fiskal merupakan ketetapan peran dan tanggung jawab pemerintah di segala bidang, memfasilitaskan transfer bantuan antar pemerintah, memperkokoh sistem penerimaan daerah melalui penetapan pelayanan yang lebih baik, memberikan kepastian usaha kepada pihak swasta, dan menjamin keselamatan masyarakat sebagai bagian dari redistribusi pendapatan. UU No. 25 Tahun 1999, dalam konteks ekonomi Indonesia merupakan peraturan tentang sumber penerimaan daerah dan mengawasi anggaran (budget) oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah mempunyai dua sumber penganggaran, yaitu yang berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) dan bantuan transfer dari anggaran pemerintah pusat (APBD). Pendapatan asli daerah (PAD) berasal dari pajak daerah , retribusi daerah, perusahaan pemerintah daerah, dan lain sebagainya.

Dari uraian di atas, yang menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi daerah, yaitu :
(a) Bagaimana mengalokasikan sumberdaya ekonomi di daerah secara efisien (allocative efficiency);
(b) Bagaimana mengevaluasi pengeluaran sektor publik untuk daerah otonomi.

Selengkapnya mengenai bahasan di atas silakan Sobat pelajari di sini.

Itulah tadi posting singkat Contoh Makalah Tentang Ekonomi. Semoga bermanfaat n jangan lupa sobat,,,,, klo ada waktu mampir lagi di blog Kumpulan Contoh Makalah Mahasiswa ini ya + jangan lupa tombol like n share-nya Sob! Terimakasih.

sumber : http://contoh-makalah-mahasiswa.blogspot.com/2014/01/contoh-makalah-ekonomi-peranan-sektor-publik.html

Contoh Makalah Manajemen Pemasaran

Pengertian Penjualan dan Manajemen Penjualan
Pengertian penjualan dan pemasaran seringkali di pahami segala sesuatu yang sama.sebenarnya kedua hal tersebut adalah sesuatu yang berbeda walaupun satu sama lain memiliki keterkaitan. Pemasaran dari sudut pandang sebagai filosofi adalah suatu cara pandang yang menempat kan konsumen sebagai titik sentral perhatian dalam kegiatan bisnis untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan dari sudut pandang aktivitas sebagai suatu sistem keseluruhan dari suatu kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,menentukan harga,mempromosikan dan mendistribusikan barang,jasa, ide kepada pasar sasaranagar dapat mencapai tujuan organisasi.

Dari definisi tersebut dapat di pahami pemasaran memiliki  pengertian yang lebih luas, dan kegiatan pemasaran tersebut dapat di mulai sebelum produk dan masih tetap berlangsung setelah produk terjual atau sampai ke tangan konsumen. Sedangkan penjualan merupakan kegiatan yang di mulai ketika suatu produk telah ada  dan selesai setelah terjadi transaksi penjualan. Jadi penjualan adalah ilmu atau seni mempengaruhi orang lain agar bersedia membeli barang/jasa yang di tawarkan.

Pengertian Penjualan Sebenarnya definisi penjualan ini cukup luas, beberapa ahli menyebutnya sebagai ilmu dan beberapa yang lain menyebutnya sebagai seni ada pula yang memasukkan masalah etik dalam penjualan.

Peran Manajemen Penjualan
Peranan manajemen penjualan adalah mengadministrasikan fungsi penjualan tatap muka dalam marketing mix. Peranan administrasi ini mencakup perencanaan, manajemen dan pengendalian program-program penjualan, disamping itu juga penarikan, platina, pengkopensasian, pemotivasian dan pengevaluasian personalia penjualan lapangan. Jadi manajemen penjualan memiliki pengertian yang dikemukakan oleh Basu Swastha DH sebagai berikut :“Manajemen penjualan adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program-program kontak tatap muka yang dirancang untuk mencapai tujuan penjualan perusahaan.” Definisi tersebut menyarankan bahwa manajemen penjualan itu berkaitan dengan pengambilan keputusan strategi disamping pelaksanaan rencana-rencana pemasaran.

Seperti yang di singgung di atas bahwa penjualan merupakan kegiatan terdepan perusahaan di dalam menghasilkan sesuatu dari proses pertukaran yang trjadi di pasar.proses pertukaran inilah yang di katakana dengan penjualan. Penjualan pada dasarnya suatu kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap orang dan setiap kelompok orang. Karena tidak ada satu orang  dan kelompok  orangpun yang mampu untuk menghasilkan sesuatu yang di butuhkan di dalam hidupnya. Mereka membutuhkan orang lain atau kelompok orang lain untuk mendapatkan sesuatu yang tidak dia butuhkan tersebut melelui suatu proses pertukaran. Pertukaran adalah satu inti kajian pemasaran yang di wujud dalam bentuk penjualan.

Penjualan berarti memberikan sesuatu yang dimiliki  kepada pihak lain dengan mendapatkan suatu imbalan tertentu dalam bentuk uang. Di dalam pemasaran pertukaran akan menciptakan suatu nilai bagi kedua belah pihak. Jadi dengan demikian dengan melakukan penjualan maka nilai yang dimiliki sekarang akan mengalami kenaikan setelah terjadi transaksi tersebut. Bagi perusahaan berarti akan meningkatkan penerimaan dan bahkan nilai perusahaan itu sendiri.

Persepsi yang salah tentang Penjualan

  1. Penjualan adalah profesi yang  berstatus rendah. Sebenarnya pekerjaan menjual banyak dirasakan sebagai sesuatu yang berat sehingga banyak yang menghindarinya dan dianggap orang orang yang tudak memiliki pilihanlah yang banyak memasuki dunia ini. Justru dunia penjualan adalah suatu profesi yang membutuhkan skill yang lebih tinggi.
  2. Penjualan adalah kegiatan memperdaya orang lain sehingga mau melakukan pembelian. Hal ini mungkin terjadi pada tenaga penjual yang sebenarnya belum memiliki kemampuan untuk menjual.
  3. Penjualan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pribadi yang “perayu”. Hal ini mungkin juga benar tetapi kegiatan membujuk/merayu yang dilakukan oleh tenaga penjual semestinya bukanlah yang bersifat negative tetapi ke arah yang positif.
  4. Penjual itu adalah untuk orang orang yang memiki kepribadian tertentu saja seperti para ekstrovert.
  5. Penjualan adalah pekerjaan yang selalu sangat tergantung pada orang lain.
Pentingnya Manajemen Penjualan
Terdapat beberapa alasan yang mendorong diperlukannya mempelajari manajemen penjualan, diantaranya :
  1. Semua organisasi membutuhkan manajemen penjualan dengan berbagai aktifitas, tenaga penjual, peralatan, biaya dan sumber daya lainnya untuk menciptakannya.
  2. Kelemahan dalam bidang penjualan yang mempunyai dampak langsung dan dirasakan oleh organisasi.
  3. Terdapat banyak peluang karir yang bisa diperoleh oleh tenaga kerja perusahaan dalam bidang penjualan.
  4. Setiap orang dan organisasi pada prinsipnya adalah penjual.

Selengkapnya untuk pembelajaran lebih mendalam atau referensi tambahan silakan sobat (baca disini)

Contoh Makalah Manajemen Strategi


Note:
1. untuk zoom-in dan zoom-out manfaatkan ikon-ikon yang terletak di pojok kanan atas
2. untuk mempelajari pembahasan tentang Makalah Manajemen Strategi diatas, silakan sobat (klik disini)

Materi kuliah pengantar ilmu ekonomi

Slide 1.  Pamulang University 2014

Slide 2. PENDAHULUAN a) Pengertian Ilmu Ekonomi a. Kelangkaan (Scarcity) Keterbatasan kita menyebabkan banyak hal terasa langka (scarce). Kelangkaan mencakup kuantitas, kualitas, tempat dan waktu. Sesuatu tidak akan langka kalau jumlah (kuantitas) yang tersedia sesuai dengan kebutuhan, berkualitas baik, tersedia dimana saja (di setiap tempat) dan kapan saja (waktu) dibutuhkan. 

slide 3. b. Pilihan-pilihan (Choices) Dalam setiap masyarakat selalu didapati bahwa kebutuhan manusia tidak
terbatas banyaknya. Manusia tidak pernah merasa puas atas apa yang telah mereka peroleh dan mereka capai. Apabila keinginan sebelumnya sudah terpenuhi, maka keinginan sebelumnya sudah terpenuhi, maka keingingnkeinginan yang lain akan muncul. Terbatasnya sumber daya tersedia dibandingkan kebutuhan/keinginan menyebabkan manusia harus menentukan pilihan-pilihan yang bersifat individu maupun kolektif. Pilihan yang bersifat individu, misalnya, baju apa yang akan dipakai hari ini. Pilihan kolektif, misalnya, ke mana kita piknik hari Sabtu nanti. Ada juga pilihan-pilihan yang sangat kompleks (sulit). Misalnya, mana yang kita dahulukan, sekolah yang tinggi atau cepat-cepat bekerja.

slide 4. c. Biaya Kesempatan (Opportunity Cost) Ilmu ekonomi memandang manusia sebagai makhluk rasional. Pilihan yang dibuatnya berdasarkan pertimbangan untung rugi, dengan membandingkan biaya harus dikeluarkan dan hasil yang akan diperoleh. Biaya yang dimaksud dalam konsep ilmu ekonomi (economic cost) berbeda dengan konsep biaya akuntansi (accounting cost) Bagi seorang akuntan, biaya adalah total uang yang dikeluarkan untuk memperoleh atau menghasilkan sesuatu. Misalnya, Nona Lia berbisnis jual beli mobil bekas. Di awal tahun, ia membeli sebuah mobil bekas dengan harga Rp. 70 juta. Mobil itu diperbaiki dengan biya Rp. 10 juta. Maka total harga perolehan mobil menurut konsep akuntansi adalah Rp. 80 juta. Di akhir tahun mobil itu terjual seharga Rp. 92 juta. Nona Lia untung Rp. 12 juta. Benarkan demikian?

slide 5.1.  Ekonomi melihat dari sudut pandang yang lebih luas, yaitu alternative penggunaan uang sebesar Rp. 80 juta, jika digunakan untuk membeli mobil bekas. Alternatif yang paling umum adalah menyimpannya dalam deposito berjangka. Jika bunga deposito 20% per tahun, di akhir tahun uang Nona Lia menjadi Rp. 96 juta. Jadi walau secara akuntansi Nona Lia untung Rp. 12 juta, secara ekonomu rugi Rp. 4 juta. Sebab mendepositokan uangnya, dia memperoleh Rp 4 juta lebih banyak disbanding jual beli mobil bekas. Konsep yang dijelaskan pada paragraf di atas adalah biaya kesempatan (opportunity cost), yaitu kesempatan (untuk memperoleh sesuatu) yang hilang karena kita telah memilih alternative lain. Sampai di sini ilmu ekonomi sudah mulai dapat didefinisikan. Kita dapat merumuskannya sebagai ilmu Memilih (study of Choice), karena mempelajari perilaku manusia dalam menentukan pilihannya. Definisi yang lebih rinci misalnya : ilmu ekonomi mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan untuk menggunakan sumber daya yang langka (dengan dan tanpa uang), dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya.

slide 6. 2. Masalah-masalah Ekonomi Dari definisi di atas, masalah ekonomi adalah masalah pilihan alokasi sumber daya yang langka. Ilmu ekonomi akan senantiasa bermanfaat, selama masalah yang langka. Ilmu ekonomi akan senantiasa bermanfaat, selama masalah yang dihadapi adalah alokasi sumber daya yang langka. Sumber daya tidak langka tidak perlu dibicarakan dalam ilmu ekonomi. Udara segar di pedesaan, seperti dicontohkan tadi, tidak perlu dibicarakan dalam ilmu ekonomi. Udara segar belum menjadi barang ekonomi (economic goods), sebab untuk memperolehnya tidak dibutuhkan pengorbanan (biaya). Udara segar di pedesaan adalah barang bebas (free goods). Sebaliknya udara segar di kota-kota industri di Jepang telah menjadi barang ekonomi. Udara segar sudah langka, sehingga untuk memperolehnya dibutuhkan pengorbanan. Pada saat itulah udara segar relevan dibicarakan dalam ilmu ekonomi.

slide 7. a. Barang Apa Yang Harus Diproduksi dan Berapa Banyak ? Produksi berupa barang dan jasa adalah hasil transformasi berbagai factor produksi. Barang dan jasa memberikan kegunaan/manfaat bagi pemakai/konsumen. Pertanyaan barang apa yang harus diproduksi bermakna barang apa yang harus disediakan? Berapa banyak agar kesejahteraan masyarakat meningkat?

slide 8. b. Bagaimana Cara Memproduksinya Setelah memutuskan barang dan jasa apa saja yang harus diproduksi, pertanyaan berikut adalah, “ Bagaimana cara memproduksinya?” Metode dan teknologi apa yang digunakan dalam proses produksi? Ilmu ekonomo memandang teknologi sebagai factor penting dalam proses produksu. Namun manfaat teknologi sebagai factor penting dalam proses produksi. Namun manfaat teknologi tidak ditentukan oleh tingkat kecanggihan. Teknologi tinggi bukan satu-satunya pilihan. Sebab banyak factor yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi kemampuan manajemen, iklim.

slide  9. C. Untuk Siapa Barang dan Jasa Diproduksi ? Pertanyaan ini berdimensi keadilan dan pemerataan. Sebab apa gunanya produksi melimpah karena menggunakan teknologi tinggi, berskala besar dan efisien, bila hanya dinikmati segelintir anggota masyarakat saja? Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakt bersangkutan. Bagi masyarakat efaliter, keadilan berarti setiap individu memperoleh jumlah yang sama. Sedangkan masyarakat utilitarian tidak terlalu mementingkan keadilan dalam jumlah. Jumlahnya silakan berbeda, yang penting apakah sesuai dengan kebutuhan atau tidak.

slide 10. 3. Barang dan Jasa Barang adalah benda-benda yang berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adalah beras, minuman, buku. Sedangkan contoh barang yang akan digunakan untuk menghasilkan barang alain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adalah mesin-mesin, peralatan, bangunan pabrik. Barang-barang tersebut merupakan contoh barang berwujud. Di samping itu ada pula barang yang tak berwujud, seperti udara dan sinar matahari. Jasa tidak dapat digolongkan sebagai suatu barang, karena tidak berwujud, ttepai dapat memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh jasa ialah jasa perbankan, jasa bengkel, jasa dokter, dan pengajaran yang diberikan oleh guru.

slide 11. 4. Barang Ekonomi dan Barang Bebas Barang ekonomi (economic good) adalah barang yang mempunyai kegunaan dan langka, yaitu jumlah yang tersedia lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Dan oleh karena itu barang ekonomi mempunyai harga. Dalam terminology ekonomi, kita menggunakan istilah langka, bukan sedikit, sebab perkataan sedikit itu relative. Jumlah 100 dapat kita katakana banyak, karena yang dibutuhkan hanya 40, sementara itu jumlah 100.000 termasuk sedikit bila dibandingkan kebutuhan masyarakat sebanyak 250.000. Produksi barang ekonomi membutuhkan sumber dalam ekonomi yang terbatas jumlahnya, oleh karena itu tidak dapat diperoleh atau diproduksi dalam jumlah yang tidak terbatas. Dengan demikian, barang ekonomi adalah barang yang terbatas jumlahnya (langka) dan memerlukan pengorbanan untuk memperolehnya.

slide 12. 5. Barang Akhir, Barang Modal, dan Barang Antar Barang akhir (final good) adalah barang yang dihasilkan oleh beberapa kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang akhir dapat dibedakan ke dalam dua golongan, yaitu : a. Barang tahan lama (durable good), misalnya mobil, televise, almari perabot rumah tanggal. b. Barangtidak tahan lama (non durable good). Misalnya dihasilkan segar buahbuahan sayur-sayuran.

slide 13. Barang model (capital good). Sebagian barang dihasilkan bukan untuk memenuhi langsung kebutuhan konsumen, melainkan digunakan untuk menghasilkan barang-barang lain. Contohnya adalah mesin-mesin traktor bangunan pabrik. Barang antara (intermediate good). Barang-barang yang belum menjadi barang akhir dan masih akan diproses lagi sebelum dapat digunakan oleh konsumen dinamakan barang antara. Contohnya adalah besi, baja, tekstil.

slide  14. 6. Mengapa Belajar Ilmu Ekonomi? Mengapa belajar Ilmu Ekonomi? Pertanyaan ini layak dan memang harus dilontarkan. Case dan Fair (1996) memberikan pandangan tentang beberapa manfaat dari studi ekonomi sebagai berikut : a. Memperbaiki cara berpikir yang membantu dalam pengambilan keputusan Harta yang sangat berharga dalam diri manusia adalah pikiran. Dengan pikiran kita mampu menganalisis, menilai benar-salah, baik-buruk dan menentukan pilihan. Kemampuan ini memungkinkan manusia mempertahankan keberadaanya di bumi. Kemampuan itu pula yang memungkinkan manusia terus-menerus meningkatkan kualitas hidupnya. Metode-metode, teknik berpikir dalkam ilmu ekonomi akan meningkatkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.

slide 15. b. Membantu memahami masyarkat Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain. Kita tidak pernah berhenti berinteraksi. Menurut ilmu ekonomi interaksi manusia terjadi lewat pertukaran (pasar). Sejarah ekonomi mengajarkan bahwa melalui pertukaran (pasar). Sejarah ekonomi mengajarkan bahwa melalui pertukaran itu manusia berupaya mengatasi kelangkaan, selanjutnya mengembangkan teknologi dan system kemasyarakatan. Berdasarkan ini kita dapat memahami terjadinya Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Politik di Perancis dan peristiwa-peristiwa bersejarah lainnya.

slide 16. c. Membantu memahami masalah-masalah internasional (global) Kelangkaan yang dihadapi terjadi pada setiap tingkat hidup, mulai dari individu, keluarga, masyarakat desa, kota, Negara dan internasional. Di tingkat internasional, interaksi antarindividu secara langsung demi kepentingan pribadi, jarang terjadi. Individu-individu yang berinteraksi lebih mewakili kepentingan-kepentingan kelompok (Negara/perusahaan). Yang mereka lakukan meskipun tampaknya baik bagi kelompok/Negara lain, sebenarnya lebih mempertimbangkan kepentingan kelompok/Negara mereka. Dengan belajar ilmu ekonomi, kita dapat mengerti lebih pasti dan dalam, mengapa pada saat Negara-negara Asia Timur (Indonesia) mengalami krisis ekonomi tahun 1998, Negaranegara maju (Eropa Barat, Amerika Serikat dan Jepang) mau member bantuan melalui Dana Moneter Internasional (IMF) dan atau Bank Dunia (World Bank).

slide  17. d. Bermanfaat dalam membandun masyarakt demokrasi Cita-cita terbentuknya masyarakat demokrasi bukan monopoli politisi saja. Ekonomi pun mempunyai cita-cita yang sama seperti disampaikan oleh Kenneth Arrow. Ekonomi memandang demokrat sangat penting dalam rangka memperbaiki proses alokasi sumber di karenakan lebih mencerminkan aspirasi masyarakat kebanyakan. Tidak heran bila dimasyarakat maju, para calon pemimpin harus mampu menjabarkan program-program ekonomi mereka.

slide 18. 7. Metodologi Ilmu Ekonomi a. Teori Ekonomi Ilmu ekonomi menaruh perhatian besar terhadap kemampuan memberikan penjelasan dan prediksi atas gejala-gejala yang diamati. Misalnya bila harga suatu barang naik, permintaan terhadapnya cenderung menurun. Selalukah demikian? Penjelasan dan prediksi ini berdasarkan teori-teori tertentu. Teori adalah pernyataan atau sekumpulan pernyataan tentu sebabakibat, aksi-reaksi. Daya guna dan validitas sebuah teori diukur dari kemampuan keakuratannya menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala yang diamati.

slide 19. b. Model Ekonomi Berdasarkan teori ekonomi, disusun model ekonomi yang merupakan pernyataan formal sebuah teori. Model ekonomi dapat dipresentasikan secara verbal (menggunakan katakata) , diagramatis, dan matematis. Model yang baik tidak harus sulit, yang hanya dimengerti oleh doctor/guru berdasrakan ekonomi. Model yang baik dilihat dari variable yang digunakan. Variabel adalah ukuran yang dinilainya dapat berubah dari waktu ke waktu dan secara observasi keobservasi. Dalam memilih variable-variabel untuk model, ia harus memperhatikan prinsip Ockam Razor, yaitu detaildetail yang tidak relevan sebalinya dikeluarkan dari model. Contoh model ekonomi yang baik adalah : Model Siklus Lingkar Kegiatan ekonomi atau Circular Flow of Economic Activity di bawah Model ini menjelaskan bahwa kesibukan pabrik-pabrik, antrian panjang pekerja dan aktivitas ekonomi di dunia nyata sebenarnya hanya merupakan proses pertukaran sumber daya yang dimiliki masyarakat (ruam tangga dengan yang dimiliki sector perusahaan (dunia usaha). Model ini dikatakan baik, sebab dengan menggunakan unsur-unsur sederhana kita mampu

slide 20. C. Metode Deduaktif dan Idukatif Dunia nyata merupakan titik awal analisis ekonomi. Ada dua metode analisis untuk mengambil kesimpulan tentang dunia nyata, yaitu metode deduktif dan metode induktif. Metode deduktif adalah metode pengambilan kesimpulan untuk halhal khusus berdasarkan kesimpulan yang bersifat umum. Misalnya secara umum disimpulkan bila harga suatu barang meningkat, permintaan terhadapnya menurun. Jadi, bila harga cabe meningkat maka permintaan terhadapnya menurun. Pada awalnya metodologi ilmu ekonomi adalah deduktif. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya metode ini tidak mampu lagi menjelaskan fenomenafenomena ekonomi. Misalnya, berdasarkan teorinya Adam Smith (klasik), perekonomian tidak akan pernah mengalami masalah besar dan berlarut-larut, karena ampuhnya mekanisme pasar. Tetapi Depresi Besar (Great Depression) yang melanda perekonomian dunia selama 1929-1933 mengubah kepercayaan itu. Metode deduktif patut dipertanyakan kembali. Sejak saat itu metode induktif (mengambil kesimpulan untuk hal-hal umum dari hal khusus), berkembang. Salah seorang ekonom yang dianggap merintis penggunaan metode induktif adalah John Maynard Keynes, ekonom Inggris yang menjadi bapak ilmu ekonomi makro. Dampak positif dari metode induktif adalah meningkatnya kegiatan penelitian ekonomi, yang telah menghasilkan pemahaman-pemahaman baru dalam ilmu ekonomi , baik mikroekonomi maupun makroekonomi.

slide 21. d. Ceteris Paribus dan Fallacy of Composiotion Model ekonomi merupakan penyederhanaan realitas ekonomi, karena memiliki keterbatasan. Keterbatasan itu tercermin dalam istilah ceteris paribus yang bermakna factor-faktor lain dianggap tetap. Maksudnya, dalam analisis ekonomi (hubungan dua variable) harus disadari bahwa kesimpulan yang ditarik berdasarkan asumsi variable-variabel lain dianggap tidak berubah. Misalnya, ketika menyimpulkan bahwa permintaan terhadap jasa transportasi Bus Antar-Kota akan turun jika harga tiketnya naik, didasarkan pada asumsi bahwa harga tiket jasa transportasi alternative (kereta api) tidak berubah. Sitilah fallacy of composition memiliki pengertian apa yang baik dalam skala kecil belum tentu baik dalam skala besar (keseluruhan). Misalnya hidup hemat sangat baik bagi individu, tetapi jika seluruh individu hidup hemat, maka permintaan agregat rendah dan pertumbuhan ekonomi pun rendah.

slide 22. e. Ekonomi Positif dan Ekonomi Normatif Dalam menjalankan tugas keilmuwannya, ekonom sering membandingkan dunia nyata dengan dunia ideal. Ketika mengamati kondisi nyata, pendekatan yang dilakukan adalah ekonomi positif (positive economics) Pernyataan positif menerangkan tentang halhal yang akan terjadi dalan ekonomi. Oleh karena itu kebenaran pernyataan tersebut dapat dilihat dengan membandingkan isi pernyataan itu dengan peristiwa yang sebenarnya terjadi. Pernyataan : “ Apabila produksi semen turun maka harganya akan naik” adalah contoh pernyataan positif.

slide 23.  Ekonomi melihat apa yang terjadi dengan setiap kebijakan ekonomi yang dijalankan. Misalnya , ketika pemerintah memutuskan untuk melindungi industri mobil dalam negeri dengan penepatan tarif yang sangat tinggi, pemberian hak monopoli dan pembebasan pajak, para ekonom dapat melihat dampak positif dan negatifnya terhadap konsumen dalam negeri, penerimaan pemerintah dan efisiensi industri mobil. Dalam membuat analisis tersebut ekonom tidak boleh mengambil sikap memihak. Bila ekonom mulai bertanya, bagaimana yang terbaik atau bagaimana yang seharusnya, maka yang digunakan adalah ekonomi normative (normative economics). Dengan demikian pernyataan normative adalah suatu pandangan subjektif atau suatu value judgement. Pernyataan itu bukan mengemukakan pendapat penbgenai keadaan yang akan terjadi tetapi mengenai apa yang sebaiknya harus terjadi. Pernyataan “Usaha menaikkan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan dengan berusaha agar tambahan pendapatan dinikmati secara merata oleh seluruh golongan penduduk “ adalah contoh pernyataan normatif.

slide 24. 8. Ruang Lingkup Ekonomi Dari definisinya, daya aplikasi ilmu ekonomi sangat luas. Di mana ada masalah kelangkaan, di situ ilmu ekonomi dapat diterapkan. Tidak berarti para ekonom harus terlibat di segala bidang. Sebab masalah yang paling menjadi perhatian ekonom adalah apakah memang sudah terjadi alokasi sumber daya yang efisien? Apa indikator-indikatornya? Para ekonom melihat masalah di atas, baik secara

slide 25. a. Teori Ekonomi Mikro Teori ekonomi mikro, sesuai dengan namanya (mikro), dapat diartikan sebagai “ilmu ekonomi kecil”. Berdasarkan pada corak dan ruang lingkup analisisnya, teori ekonomi mikro diartikan sebagai “Bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian”. Ada beberapa aspek yang dianalisis teori ekonomi mikro, tiga aspek penting di antaranya adalah sebagai berikut :

slide 26. 1) Interaksi di Pasar Barang Dilihat dari pandangan ekonomi mikro, suatu perekonomian merupakan penggabungan dari berbagai jenis pasar barang. Oleh sebab itu untuk mengenal corak kegiatan suatu perekonomian kita antara lain perlu memperhatikan corang operasi suatu pasar. Pasar dalam pengertian ekonomi tidak berwujud secara fisik; pasar merupakan pertemuan natara permintaan (demand) dan penawaran (supply) atau mempertemukan penjual dan pembeli barang.

slide 27. 2) Tingkah Laku Pembeli dan Penjual Dalam analisis ini teori ekonomi mikro bertitik tolak dari dua asumsi. Asumsi pertama : para pembeli dan penjual menjalankan kegiatan ekonomi mereka secara rasional: kedua : para pembeli berusaha memaksimumkan kepuasan yang mungkin dinikmatinya, sedangkan aparat penjual berusaha memaksimumkan keuntunganyang akan diperolehnya dari kendala-kendala yang dimilikinya. Berdasarkan asumsi –asumsi tersebut, teori ekonomi mikro menunjukkan (a) bagaimana seorang pembeli menggunakan sejumlah pendapatan untuk membeli berbagai jenis barang yang dibutuhkannya, dan (b) bagaimana seorang penjual atau produsen menentukan tingkat produksi yang akan dilakukannya.

slide 28. 3) Interaksi di Pasar Faktor Produksi Individu-Individu dalam perekonomian adalah pemilik factor-faktor produksi. Mereka menawarkan faktorfaktor produksi tersebut untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan tersebut untuk selanjutnya akan digunakan guna membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan. Sebaliknya, penjualan-penjualan membutuhkan faktor-faktor produksi untuk memproduksikan barang dan jasa. Oleh sebab itu mereka akan menjadi pembeli factor –faktor produksi. Interaksi diantara pembeli dan penjual factor-faktor produksi di berbagai pasar factor produksi dan menentukan “harga” suatu factor produksi dan banyaknya jumlah factor produksi tersebut yang akan digunakan. Macam-macam factor produksi dan “harganya” (balas jasa ) adalah tenaga kerja (labor) yang diberikan upah atau gaji (wages/salary), modal (capial) yang diberikan bunga (interest) dan dividen, tanah (land) yang diberikan sewa (rent) dan kewirausahaan (entrepreneurship) yang diberikan laba (profit).

slide 29. b. Teori Ekonomi Makro Sesuai dengan namanya pula, “makro” berarti besar. Dengan demikian teori ekonomi makro menganalisis keseluhan kegiatan perekonomian, bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Dalam menganalisis mengenai kegiatan pembeli, misalnya, yang dianalisis bukanlah mengenai tingkah laku seorang pembeli, melainkan keseluruhan pembeli yang ada di pasar. Kita juga tidak lagi memperhatikan permintaan dan penawaran terhadap suatu barang (misalnya permintaan terhadap mobil, atau penawaran kopi), melainkan permintaan dan penawaran barang-barang secara keseluruhan (agregat).

slide 30. Ada beberapa aspek yang dianalisis teori ekonomi makro, antara lain adalah sebagai berikut : 1) Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Negara Dalam hal ini teori ekonomi makro menganalisis mengenai sampai sejauhmana suatu perekonomian akan menghasilkan barang dan jasa. Tingkat kegiatan perekonomian, yang meliputi : (1) pengeluaran rumah tangga atau konsumsi rumah tangga, (2) pengeluaran pemerintah, (3) pengeluaran perusahaan atau investasi, serta (4) ekspor dan impor. Analisis dalam teori ekonomi makro juga memperhatikan perubahan hargaharga dan pengaruh perubahan jumlah uang beredar terhadap pengeluaran agregat

slide 31. 2) Pengeluaran Agregat Masalah akan timbul bila pengeluaran agregat tidak mencapai tingkat yang ideal. Idealnya, pengeluaran agregat mencapai tingkat yang diperlukan untuk mewujudkan kesempatan kerja penuh (full employment) tanpa menimbulkan inflasi, meskipun dalam praktiknya tujuan ini sulit dicapai.

slide 32. 3) Mengatasi Pengangguran dan Inflasi Perekonomian tidak dapat secara otomatis mengatasi masalah pengangguran dan inflasi. Tindakan pemerintah diperlukan untuk mengatasi kedua masalah itu, yaitu melalui serangkaian kebijakan, berupa kebijakan moneter dan kebijakan fiscal. Kebijakan moneter adalah langkah-langkah pemerintah dalam memengaruhi jumlah uang beredar (money supply) dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan tujuan untuk mengatasi masalah perekonomian yang dihadapi. Sedangkan kebijakan fiscal adalah langkahlangkah pemerintah mengubah struktur dan jumlah pajak serta pengeluarannya dengan maksud untuk memengaruhi tingkat kegiatan perekonomian.

slide 33. 9. Perkebangan Teori Ekonomi MikroMakro a.Teori Ekonomi Mikro Sebagai Teori Ekonomi Klasik Titik awal perkembangan ilmu ekonomi modern dianggap dimulai pada saat Adam Smith (1723-1790) menerbitkan bukunya yang berjudul An Inguri into the Nature and Cause of The Wealth of Nations, yang kemudian dikenal sebagai Wealth of Nations (1776). Sebab, di dalam buku tersebutlah Smith merintis pemikiran baru tentang analisis ilmu ekonomi dengan melepaskannya dari belenggu teori moral dan teologis. Dalam arti, untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi diperlukan dasar-dasar ilmiah sebagaimana halnya para ahli ilmu pengetahuan alam mencoba memahami gejala-gejala alam. Gejala-gejala ekonomi seperti kenaikan harga barang dan pengangguran menunjukkan adanya gangguan keseimbangan system ekonomi. Karenanya, masalah ekonomi akan teratasi jika ekonomi dikembalikan kepada kondisi keseimbangan.

slide  34. Lebih lanjut Adam Smith menyatakan bahwa seperti alam semesta yang berjalan serba teratur, system ekonomi pun akan mampu memulihkan dirinya sendiri (self adjustment), karena ada kekuatan pengatur yang disebut sebagai tangantangan tak terlihat (invisible hands). Dalam bahasa yang sederhana, tangan gaib tersebut adalah mekanisme pasar, yaitu mekanisme alokasi sumber daya ekonomi berlandaskan interaksi kekuatan permintaan dan penawaran. Adam Smith sangat percaya bahwa mekanisme pasar akan menjadi alokasi sumber daya yang efisien, jika pemerintah tidak ikut campur dalam perekonomian. Asumsi-asumsi Klasik mempunyai konsekuensi bahwa proses pertukaran adalah satu-satunya cara untuk saling berinteraksi. Akibatnya fokus pembahasan Klasik adalah analisis perilaku individu (produsen dan konsumen) dalam rangka mencapai keseimbangan. Sebab jika seriap individu dalam perekonomian telah mencapai keseimbangan, maka perekonomian secara total mencapai keseimbangan. Itulah sebabnya Teori Klasik dengan teori ekonomi mikro. Karena permintaan relative tidak terlihat berdasarkan hukum Say, maka masalah sentral perekonomian adalah penawaran, baik penawaran input maupun output. Karena itulah juga makro ekonomi klasik dikenal sebagai ilmu ekonomi yang sangat menekankan penawaran (supply side economics).

slide  35. b. Revolusi Keynes : Lahirnya Teori Ekonomi Makro Sebelum terjadinya kelesuan perekonomian dunia tahun 1929-1933 dikenal sebagai Depresi Besar (Great Depression), ilmu ekonomi mengenal dikotomi MikroMakro. Fokus pembahasan ilmu ekonomi masa sebelum Depresi Besar adalah perilaku individu dalam rangka mencapai keseimbanga. Untuk analisis keseimbangan umum, digunakan model Walras (Walrasion economics). Dengan model-model tersebut, para ekonom berkeyakinan bahwa masa dalam perekonomian akan gemilang. Dalam jangka panjang setiap pelaku ekonomi yang terlibat dalam proses pertukaran lewat mekanisme pasar telah memperoleh keuntungan. Posisi keseimbangan masing-masing individu makin membaik yang mengakibatkan masyarakat dalam perekonomian makin makmur dan adil. Kemakmuran muncul karena makin tingginya produktivitas manusia. Sedangkan produ