Monday, December 22, 2014

Incar Beasiswa untuk Belajar di Perancis? Ini Tipsnya

Pemerintah Perancis membuka peluang beasiswa besar bagi mahasiswa asal Indonesia. Namun, penguasaan Bahasa Perancis menjadi syarat utama untuk dapat menempuh pendidikan dengan jalur beasiswa di negeri yang terkenal dengan menara Eifel itu.

Hal tersebut dungkapkan oleh atase kerjasama universitas Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, Antoine Devoucoux de Buysson saat memberikan seminar tentang peluang studi di Perancis yang diselenggarakan di Mini Theatere PPB Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, belum lama ini.

Antoine menjelaskan, Perancis menjadi tujuan utama mahasiswa di dunia dalam menempuh pendidikan. Hal itu dikarenakan adanya kualitas pendidikan yang baik dengan biaya hidup relatif rendah.
Tidak sampai di situ, ia menyebutkan, pemerintah negaranya tidak membeda-bedakan mahasiswa dalam atau luar negeri. Mereka sama-sama berkesempatan mendapatkan subsidi biaya pendidikan alias gratis.
Pemerintah Prancis, lanjutnya, memang memberikan beasiswa dalam bentuk subsidi biaya pendidikan bagi para pelajar yang menuntut ilmu di negeri yang menjadi kiblat fashion dunia itu.

Namun ia mengingkatkan, para pelajar yang ingin mendapatkan subsidi haruslah mengambil program berbahasa Perancis dan mampu menggunakan Bahasa Perancis untuk bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menepis anggapan bahwa Bahasa Perancis adalah bahasa yang sukar untuk dipahami. Bahasa Perancis, katanya, saat ini telah banyak digunakan oleh diplomat dan merupakan salah satu bahasa resmi PBB.

“Bahasa Perancis mudah dipahami. Selain itu Bahasa Perancis banyak digunakan diplomat dan menjadi bahasa resmi PBB setelah Bahasa Inggris,” ungkapnya pada acara yang digelar Warung Perancis UMY itu.

Di sisi lain ia juga menerangkan bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim tidak perlu khawatir ketika tinggal di negaranya. Sebab ia mengaku, penduduk Perancis sangat terbuka dengan pendatang, lebih-lebih yang memiliki latar belakang kepercayaan yang berbeda. (Hamim Thohari)

Sumber: edukasi.kompas.com