Categories

Kumpulan Mata Pelajaran Sekolah.

Download Software

Download E-Book Dan Software Pelajaran Untuk Komputer dan Handphone.

Motivasi

Artikel motivasi untuk kita selalu semangat meraih cita-cita

Tentang Kami

Profile Kami, Visi Misi, Partner dan Kontak kami.

News

Berita Tentang pendidikan Terbaru dan lain-lain.

Thursday, December 11, 2014

Pengertian, Macam, dan Tujuan Ulumul Qur’an Pengertian Ulumul Qur’an

Ulumul Qur’an berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata secara idhafi , yaitu “Ulum” dan “Al-Qur’an”. Kata ulum yang di idhafkan adalah bentuk jamak dari kata “ilmu” yang berarti ilmu-ilmu. Adapun definisi ulum ul qur’an secara istilah, para ulama memberikan redaksi yang berbeda – beda, sebagimna dijelaskan berikut ini.

 :fiqe3_ulumulquran

Menurut Manna ‘Al-Qaththan

“Ilmu yang mencangkup pembahasan – pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur’an dari sisi informasi tentang asbab an-nuzul (sebab-sebab turunnya Al-Qur’an), kodifikasi dan tertib penulisan Al-Qur’an, ayat-ayat yang diturunkan di mekkah dan ayat-ayat yang diturunkan di madinah, dan hal-hal yang lain yang berkaitan dengan Al-Qur’an.”

Menurut Az-Zarqani

“beberapa pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur’an, dari sisi turun, urutan penulisan, kodifikasi, cara membaca, kemukjizatan, nasikh, munsukh, dan penolakan hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya, serta hal-hal lain.”

Menurut  Abu Syahbah

“sebuah ilmu yang memiliki banyak objek pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an, mulai proses penurunan, urutan penulisan, penulisan, kodifikasi, cara membaca, penafsiran, kemukjizatan, nasikh-mansukh, muhkan-mutasyabih, sampai pembahasan-pembahasan lain.”
Walaupun dengan redaksi yang sedikit berbeda, ketiga definisi di atas memiliki maksud yang sama. Sehingga ketiga ulama tersebut sepakat bahwa ‘ulumul qur’an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur’an.

Macam Macam Ulumul Qur’an

Dalam uraian tersebut, Ulumul Qur’an terbagi menjadi 2 macam :
Ulumul Qur’an Bi Ma’nal Idhafi / Laqabi
  • Ilmu Mawathin al-Nuzul
    Ilmu ini menerangkan tempat-tempat turun ayat, masanya, awalnya, dan akhirnya.
  •  Ilmu tawarikh al-Nuzul
    Ilmu ini menjelaskan masa turun ayat dan urutan turunnya satu persatu, dari permulaan sampai akhirnya serta urutan turun surah dengan sempurna.
  •  Ilmu Asbab al-Nuzul
    Ilmu ini menjelaskan sebab-sebab turunnya ayat.
  • Ilmu Qiraat
    Ilmu ini menerangkan bentuk-bentuk bacaan Al-Qur’an yang telah diterima dari Rasul SAW. Ada sepuluh Qiraat yang sah dan beberapa macam pula yang tidak sah.
  •  Ilmu Tajwid
    Ilmu ini menerangkan cara membaca Al-Qur’an dengan baik. Ilmu ini menerangkan di mana tempat memulai, berhenti, bacaan panjang dan pendek, dan sebagainya.
  •  Ilmu Gharib Al-Qur’an
    Ilmu ini menerangkan makna kata-kata yang ganjil dan tidak terdapat dalam kamus-kamus bahasa Arab yang biasa atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Ilmu ini berarti menjelskan makna kata-kata yang pelik dan tinggi.
  •  Ilmu I’rab Al-Qur’an
    Ilmu ini menerangkan baris kata-kata Al-Qur’an dan kedudukannya dalam susunan kalimat.
  •  Ilmu Wujuh wa al-Nazair
    Ilmu ini menerangkan kata-kata Al-Qur’an yang mengandung banyak arti dan menerangkan makna yang dimaksud pada tempat tertentu.
  •  Ilmu Ma’rifah al-Muhkam wa al-Mutasyabih
    Ilmu ini menjelaskan ayat-ayat yang dipandang muhkam (jelas maknanya) dan yang mutasyabihat (samar maknanya, perlu ditakwil).
  • Ilmu Nasikh wa al-Mansukh
    Ilmu ini menerangkan ayat-ayat yang dianggap mansukh (yang dihapuskan) oleh sebagian mufassir.
  • Ilmu Badai’ Al-Qur’an
    Ilmu ini bertujuan menampilkan keindahan-keindahan Al-Qur’an dari sudut kesusastraan, keanehan-keanehan, dan ketinggian balaghahnya.
  • Ilmu I’jaz Al-Qur’an
    Ilmu ini menerangkan kekuatan susunan dan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an sehingga dapat membungkam para sastrawan Arab.
  • Ilmu Tanasub Ayat Al-Qur’an
    Ilmu ini menerangkan persesuaian dan keserasian antara suatu ayat dan ayat yang didepan dan yang dibelakangnya.
  • Ilmu Aqsam Al-Qur’an
    Ilmu ini menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah Tuhan yang terdapat dalam Al-Qur’an.
  • Ilmu Amtsal Al-Qur’an
    Ilmu ini menerangkan maskud perumpamaan-perumpamaan yang dikemukan Al-Qur’an.
  • Ilmu Jidal Al-Qur’an
    Ilmu ini membahas bentuk-bentuk dan cara-cara debat dan bantahan Al-Qur’an yang dihadapkan kepada kamu Musyrik yang tidak bersedia menerima kebenaran dari Tuhan.
  • Ilmu Adab Tilawah Al-Qur’an
    Ilmu ini memaparkan tata-cara dan kesopanan yang harus diikuti ketika membaca Al-Qur’an.
Ulumul Qur’an Bi Ma’nal Mudawwan
Ilmu yang terdiri dari beberapa pembahasan mengenai Al-Qur’an dari segi turunnya, pengumpulannya, penerbitannya, penulisannya, bacaannya, penafsirannya, kemukjizatannya, dan lain lain. Ringkasnya adalah sebagai penggabungan dari beberapa ulumul qur’an idhafi secara integratif sehingga menjadi satu kesatuan ilmu yang membahas Al-Qur’an dari berbagai sudut aspek.

Adapun tujuan  / faedahnya  adalah :
  • Mengetahui ikhwal  Al-Qur’an sejak turunnya hingga saat ini.
  • Menjadi perangkat yang membantu membaca lafalnya, memahami kandungan, menghayati dan mengamalkan aturan serta memahami  hikmah dan rahasia pensyariatan suatu aturan
  • Menjadi alat untuk melawan orang yang mengingkari kewahyuan Al-Qur’an
Demikian sekilas mengenai pengertian, macam, dan tujuan ulumul qur’an, semoga memberi pencerahan kepada kita sekalian.

Definisi Ulumul Hadits

Definisi Ulumul Hadits

Definisi

عِلْمُ الْحَدِيْثِ هُوَ مَعْرِفَةُ الْقَوَاعِدَ الَّتِيْ يَتَوَصَّلُ بِهَا إِلَى مَعْرِفَةِ الرَّاوِي وَالْمَرْوِي

“Ilmu hadits adalah pengetahuan mengenai kaidah-kaidah yang menghantar-kan kepada pengetahuan tentang rawi (periwayat) dan marwi (materi yang diriwayatkan).”
Ada pendapat lain yang menyatakan

هُوَ عِلْمٌ بِقَوَانِيْنَ يُعْرَفُ بِهَا أَحْوَالُ السَّنَدِ وَالْمَتْنِ

“Ilmu hadits adalah ilmu tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui kondisi sanad dan matan.” 

Penjelasan Definisi
  • Sanad adalah rangkaian rijal yang menghantarkan kepada matan. 
  • Matan adalah perkataan yang terletak di penghujung sanad.

Contoh-contoh

Al Bukhari meriwayatkan hadits berikut, di dalam kitabnya yang ber-nama Ash Shahih, Bab Kayfa kana bad’ Al wahyi ila Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, jilid 1, halaman 5

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِي اللَّه عَنْهم عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:  إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَ إِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi, Abdullah bin az-Zubair, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami Sufyan, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Anshari, ia berkata; Telah memberitahukan kepadaku Muhammad bin Ibrahim at-Taimi bahwasannya ia mendengar ‘Alqamah bin Waqqash Al Laitsi berkata; Aku mendengar Umar bin Khaththab ra berkata di atas mimbar; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Sesungguhnya semua perbuatan itu disertai dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya (diniatkan) kepada dunia yang akan diperolehnya, atau perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya (dibalas) kepada apa yang ia niatkan.”

Yang dinamakan Sanad pada hadits di atas adalah

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْر،ِ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِي اللَّه عَنْهم عَلَى الْمِنْبَرِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ

Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi, Abdullah bin az-Zubair, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami Sufyan, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Anshari, ia berkata; Telah memberitahukan kepadaku Muhammad bin Ibrahim at-Taimi bahwasannya ia mendengar ‘Alqamah bin Waqqash Al Laitsi berkata; Aku mendengar Umar bin Khaththab ra berkata di atas mimbar; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda

Sedangkan matan pada hadits di atas adalah;

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya semua perbuatan itu disertai dengan niat, dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya (diniatkan) kepada dunia yang akan diperolehnya, atau perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya (dibalas) kepada apa yang ia niatkan.”

Tujuan mempelajari ilmu hadits adalah untuk membedakan antara hadits shahih dan dha’if.

Makalah Tafsir Hadist

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
 
Allah SWT telah menurunkan Al Quran secara bertahap, teratur, terencana, dan sempurna. Ash shalatu was salamu ‘ala Muhammad saw wa ‘ala alihi washahbihi wassalim, untuk totalitasnya dalam memperjuangkan Al Quran agar sampai ke seluruh umat manusia. Tentu itu adalah tugas yang berat. apa jadinya mereka tidak tahan dan lelah di tengah jalan? Bagaimanalah jadinya jika mereka berkhianat dari tugasnya menyampaikan risalah agung dalam Al Quran? Tentu Islam tidak akan sampai ke Indonesia, kepada orang tua kita, dan mungkin “na’udzubillah” kita tidak akan menjadi seorang Muslim. Oleh karena itu, kita pantas dan harus bersyukur atas keduanya, rencana Allah dan jihad Rasul-Sahabat.
 
Untuk itu makalah ini kami buat guna menghayati dan mempelajari apa yang telah Allah turunkan kepada nabi Muhammad SAW, khususnya QS. Al Muddatstsir ayat 1-7.

B. Rumusan Masalah
  1. Apa arti masing-masing ayat QS. Al Muddatstsir ayat 1-7?
  2. Apa makna yang terkandung dalam QS. Al Muddatstsir ayat 1-7?
  3. Bagaimana QS. Al Muddatstsir ayat 1-7 diturunkan?
  4. Apakah hubungan antara QS. Al Muddatstsir ayat 1-7 dengan dunia pendidikan?

C. Tujuan 
  1. Mengetahui arti masing-masing ayat QS. Al Muddatstsir ayat 1-7
  2. Untuk mengetahui makna yang terkandung dalam QS. Al Muddatstsir ayat 1-7
  3. Mengetahui cara QS. Al Muddatstsir ayat 1-7 diturunkan kepada nabi Muhammad SAW
  4. Mengetahui adanya hubungan antara QS. Al Muddatstsir ayat 1-7 dengan dunia pendidikan 


1. Ayat dan terjemah dari Q.S Al-Muddatstsir 1-7

Artinya : “Hai orang yang berkemul (berselimut), Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah, Dan perbuatan dosa tinggalkanlah, Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.”

2. Isi kandungan Q.S Al-Muddatstsir 1-7
  1. Mengajak manusia untuk bersegera dalam mengajak umat manusia kejalan yang benar. Bersiap menyatukan tekad dan member peringatan kepada umat manusia.
  2. Mengagungkan asma Allah yang menciptakan alam semesta beserta isinya dan yang memberikan ampunan terhadap taubat dari hamba-hambanya.
  3. Manusia hendaklah membersihkan hati dari dosa-dosa di masa lalu dan tidak melakukan dosa yang akan dating dengan iman dan takwa kepada Allah SWT.
  4. Memberikan sesuatu apa yang kita miliki baik tenaga,pikiran,jiwa dan semuanya dengan mengharap ridha Allah SWT tanpa mengharapkan imbalan yang lebih di dunia.
  5. Hidup ini banyak rintangan yang menghadang,cobaan-cobaan yang membuat orang putus asa akan tetapi,hendaknya manusia bersabar dalam menjalankannya karena dengan kesabaran yang lebih, setelah kesusahan pastilah ada kemudahan.
  6. Mengajak manusia agar selalu ingat kepada Allah SWT

3. Asbabun Nuzul

Imam al-Bukhari meriwayatkan,Rosulullah SAW bersabda : “aku pernah menyendiri di gua hira. Setelah selesai menyendiri, akupun turun, tiba-tiba ada suara yang berseru kepadaku, maka aku menoleh ke kanan, tetapi aku tidak melihat sesuaatu apapun. Kemudian aku melihat ke depan tetapi aku tidak melihat sesuatu. 
Selanjutnya aku, melihat ke belakang, tetaqpi aku tidak menemukan siapa-siapa. Kemudian aku mengangkat kepalaku, ternyata aku melihat sesuatu. Kemudian aku mendatangi Khadijah dan kukatakan, `selimutilah aku dan siramkan air dingin ke tubuhku.’ –Dia berkata-maka turunlah ayat: ‘hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Rabb-mu agungkanlah.’

Dalam hadist yang lain, Muslim melalui jalan ‘Uqail, dari Ibnu Syihab, dari Abu Salamah, dia berkata : “ Jabir bin ‘Abdillah memberitahuku bahwa dia mendengar Rasulullah SAW pernah memberitahu tentang masa penurunan wahyu, di dalam haditsnya itu beliau bersabda :
“ketika aku berjalan, tiba-tiba akku mendengar suara dari langit, lalu aku mengarahkan pandangan ke langit, ternyata ada malaikat yang mendatangiku di gua Hira dengan duduk di atas kursi antara langit dan bumi.

Maka aku menjadi takut/panic karenanya sehingga aku pun tersungkur ke tanah. Kemudian aku mendatangi keluargaku dan kukatakan: ‘selimuti aku, selimuti aku, selimuti aku.’ Lalu turunlah ayat : ‘yaa ayyuhal muddatstsir, qum fa andzir sampai kata fahjur.’”
 
Dari Imam Ahmad, Jabir bin ‘Abdillah memberitahu bahwa dia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“kemudian wahyu sempat terhenti turun kepadaku beberapa waktu. Dan ketika aku tengah berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit, lalu aku mengangkat pandanganku kea rah langit, ternyata

Malaikat yang dulu pernah mendatangiku tengah duduk di atas kursi di antara langit dan bumi. Maka aku pun dibuat sangat takut/panic olehnya sehingga aku jatuh tersungkur ke tanah. Selanjutnya, aku mendatangi keluargaku dan kukatakan kepada mereka: ‘selimuti aku, selimuti aku, selimuti aku.’ Lalu Allah Ta’ala menurunkan ayat : “Hai orang yang berkemul (berselimut), Bangun, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah, Dan perbuatan dosa(menyembah berhala) tinggalkanlah,.’Kemudian wahyu terpelihara dan turun berturut-turut.”diriwayatkan oleh al-Bukhari dari hadits az-Zuhri.

D. Hubungan antara Q.S Al-Muddatstsir 1-7 dengan pendidikan

Ilmu ibarat sebuah permata yang sangat bernilai dan tak terkira harganya. Dengan ilmu, Adam ‘alaihissalam dimuliakan di atas seluruh makhluk, hingga para malaikat diperintah untuk sujud kepadanya.

Dalam Q.S Al Muddatstsir ayat 1-7 menegaskan bahwa sebaiknya umat muslim agar bersegera untuk saling mengingatkan saudara-saudara muslim kita yang telah lupa, khilaf, agar menuju jalan yang di ridhai oleh Allah SWT. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan maka hendaknya umat muslim agar kembali ke fitrahnya yang suci dan bersih dari kotoran dan dosa.
 
Manusia hidup di dunia janganlah bermalas-malasan segera melaksanakan apa yang menjadi kewajiban manusia begitu pula dengan pendidik dan peserta didik rajin-rajinlah mereka dalam menunaikan kewajiban mereka. Memohon ampunan akan dosa-dosa yang telah lalu dan tidak mengulanginya dimasa yang akan dating dengan beriman dan bertakwa padaNya, karena sebagai seorang pendidik akan menjadi contoh bagi lingkungannya yang meliputi lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya. Sehingga ia menjadi contoh yang baik.
 
Dari Abu ‘Amr Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Barangsiapa memberikan contoh yang baik dalam Islam, maka dia akan mendapatkan pahalanya, dan pahala sebesar pahala orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang memberikan contoh yang jelek, dia akan mendapatkan dosanya dan dosa sebesar dosa orang yang mengikuti dia, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya dengan ilmu tersebut jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
 
Hadits di atas menunjukkan kepada kita bahwa para penuntut ilmu agama berada di atas kebaikan yang besar. Mereka di atas jalan keberuntungan dan kebahagiaan, tentunya bila benar/lurus niatnya dalam menuntut ilmu, karena mengharapkan wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ingin mengamalkannya, bukan karena riya` dan sum’ah atau tujuan-tujuan dunia lainnya.
 
Ia mempelajari ilmu hanya karena ingin mengetahui agamanya, mengetahui perkara yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan kepadanya. Dan bermaksud mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, hingga 
ia belajar dan mengamalkan ilmunya serta mengajarkannya kepada orang lain.
 
Setiap jalan yang ia tempuh dalam menuntut ilmu adalah jalan menuju surga, baik jalan tersebut secara hakiki ataupun maknawi. Perjalanan jauh yang ditempuhnya dari satu negeri menuju ke negeri lain, berpindahnya dari satu halaqah ke halaqah yang lain, dari satu masjid ke masjid lain, dengan tujuan mencari ilmu, ini semua teranggap jalan yang ditempuh guna beroleh ilmu. Demikian pula diskusi tentang kitab-kitab ilmu, meneliti dan menulis, semuanya pun teranggap jalan guna beroleh ilmu.
 
Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى، لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya dipelajari dalam rangka mengharapkan wajah Allah, namun ternyata mempelajarinya karena ingin beroleh materi dari dunia ini, ia tidak akan mencium wangi surga pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud1)
 
Ini merupakan ancaman yang besar bagi orang yang jelek niatannya dalam menuntut ilmu. hendaknya engkau ikhlas dalam beribadah dan meniatkannya hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hendaknya pula engkau bersungguh-sungguh dan penuh semangat dalam menempuh jalan-jalan ilmu dan bersabar di atasnya, kemudian mengamalkan apa yang terkandung dalam ilmu tersebut. Karena tujuan dari belajar ilmu adalah untuk diamalkan, bukan karena ingin dikatakan alim atau pun mendapatkan ijazah. Namun tujuannya adalah agar engkau dapat mengamalkan ilmumu dan membimbing manusia menuju kebaikan, dan agar engkau menjadi pengganti para rasul dalam dakwah kepada kebenaran.
 
Sabar menghadapi berbagai karakter, tingkah laku dan tingkat kecerdasan anak-anak didiknya. Karena, itu semuanya adalah ujian dan cobaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Memang fitrah manusia akan mencintai anak yang penurut, pandai, cerdas dan berakhlak baik. Namun kecintaan itu tidak boleh menghalanginya untuk mendidik dengan adab yang benar atau justru membawanya berbuat tidak adil terhadap anak didiknya yang lain, misalnya dalam pemberian atau hibah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sangat mencintai.

Fathimah radhiyallahu ‘anha, namun beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَأَيْمُ اللهِ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعَ مُحَمَّدٌ يَدَهَا

“Demi Allah, bila Fathimah bintu Muhammad mencuri, sungguh Muhammad akan memotong tangannya.” 

(Muttafaqun ‘alaih, dari sahabat Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

فَاتَّقُوا اللهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ

“Bertakwalah kepada Allah, dan bersikap adillah terhadap anak-anakmu.” (Muttafaqun ‘alaih, dari sahabat An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma)
 
Bila pendidik mendapati anak didik yang bandel, kurang beradab, tidak cerdas atau banyak tingkah, maka kebenciannya tidak boleh menyeretnya untuk berbuat zalim. Upaya pembenahan dan perbaikan terhadap anak yang bandel atau banyak tingkah bisa diusahakan tanpa pukulan. Bisa dengan nasihat secara lisan, atau dibentak, atau ditakut-takuti tanpa berlebihan sehingga tidak menimbulkan sikap minder pada anak. Hal itu dilakukan terlebih dahulu disertai dengan doa, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

“Sesungguhnya kelemahlembutan itu tidaklah ada dalam suatu perkara kecuali akan menjadikannya bagus, dan tidaklah kelemahlembutan itu dicabut dari sesuatu kecuali akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim, dari‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)

Hanya saja, perlu dipahami bahwa semua ini ada banyak cobaan yang mampu membuat kita menyerah di tengahnya. Oleh sebab itu, ada kata ikhlas dan sabar yang harus terselip dalam kamus jihadnya.

PENUTUP

A. Kesimpulan
  1. Manusia hidup diharapkan agar senantiasa melaksanakan kewajiban sebagai manusia.
  2. Manusia diperintahkan untuk saling mengajak antar sesama manusia kepada kebenaran dengan mengacu pada keagungan Allah SWT.
  3. Meninggalkan perbuatan dosa dan menutup dosa di masa lalu dengan perbuatan yang baik atas Ridho Allah.
  4. Memberikan sesutau dengan ikhlas tanpa pamrih dan karena ingin berjihad di jalan Allah SWT
  5. Bersabar dalam menghadapi cobaan-cobaan di dunia ini, niscaya Allah akan memudahkan jalan yang kita lalui.

B. Saran

  1. Hendaknya para pendidik dan calon pendidik selalu bersabar dalam menghadapi masalah pada murid, rekan guru maupun bagi lingkungan.
  2. Selalu ikhlas dalam memberikan ilmu demi kelangsungan umat beragama dan hanya dengan ridha Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA

Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh.
2006. Tafsir Ibnu Katsir jilid 8. Jakarta: Pustaak Imam asy-Syafi’i.
Departemen Urusan Agama Islam Wakaf, Da’wah dan Irsyad. 1415 H. Al
Qur’an dan Terjemahnya. Saudi Arabia:Mujamma’Al Malik fahd Li Thiba’ At Al Mush-Haf Asy Syarif

Ushul Fiqih

 
Ushul fiqih (bahasa Arab:أصول الفقه) adalah ilmu hukum dalam Islam yang mempelajari kaidah-kaidah, teori-teori dan sumber-sumber secara terperinci dalam rangka menghasilkan hukum Islam yang diambil dari sumber-sumber tersebut.

Sumber-Sumber Hukum Islam

Mekanisme pengambilan hukum dalam Islam harus berdasarkan sumber-sumber hukum yang telah dipaparkan ulama. Berikut ini empat sumber utama:

  1. Al-Qur’an, kitab suci agama Islam.
  2. Sunnah, tindakan, ucapan dan ketetapan Nabi Muhammad.
  3. Ijma, kesepakatan para ulama.
  4. Qiyas, analogi hukum dengan hukum lain yang telah ada ketetapannya.

Sejarah

Pada mulanya, para ulama terlebih dahulu menyusun ilmu fiqh sesuai dengan Al-Qur an, Hadits, dan Ijtihad para Sahabat. Setelah Islam semakin berkembang, dan mulai banyak negara yang masuk kedalam daulah Islamiyah, maka semakin banyak kebudayaan yang masuk, dan menimbulkan pertanyaan mengenai budaya baru ini yang tidak ada di zaman Rosulullah. Maka para Ulama ahli usul Fiqh menyusun kaidah sesuai dengan gramatika bahasa Arab dan sesuai dengan dalil yang digunakan oleh Ulama penyusun ilmu Fiqh.

Usaha pertama dilakukan oleh Imam Syafi’i dalam kitabnya Arrisalah. Dalam kitab ini ia membicarakan tentang Qur’an, kedudukan hadits, Ijma, Qiyas dan pokok-pokok peraturan mengambil hukum. Usaha Imam Syafi’i ini merupakan batu pertama dari ilmu ushul fiqih yang kemudian dilanjutkan oleh para ahli ushul fiqih sesudahnya. Para ulama ushul fiqih dalam pembahasannya mengenai ushul fiqih tidak selalu sama, baik tentang istilah-istilah maupun tentang jalan pembicaraannya. Karena itu maka terdapat dua golongan yaitu; golongan Mutakallimin dan golongan Hanafiyah.

Golongan Mutakallimin dalam pembahasannya selalu mengikuti cara-cara yang lazim digunakan dalam ilmu kalam, yaitu dengan memakai akal-pikiran dan alasan-alasan yang kuat dalam menetapkan peraturan-peraturan pokok (ushul), tanpa memperhatikan apakah peraturan-peraturan tersebut sesuai dengan persoalan cabang (furu’) atau tidak. Di antara kitab-kitab yang ditulis oleh golongan ini adalah;

  1. Al-Mu’tamad oleh Muhammad bin Ali.
  2. Al-Burhan oleh Al-Juwaini.
  3. Al-Mustashfa oleh Al-Ghazali.
  4. Al-Mahshul oleh Ar-Razy.

Golongan Hanafiyah dalam pembahasannya selalu memperhatikan dan menyesuaikan peraturan-peraturan pokok (ushul) dengan persoalan cabang (furu’).

Setelah kedua golongan tersebut muncullah kitab pemersatu antara kedua aliran tersebut di antaranya adalah;

  1. Tanqihul Ushul oleh Sadrus Syari’ah.
  2. Badi’unnidzam oleh As-Sa’ati.
  3. Attahrir oleh Kamal bin Hammam.
  4. Al-Muwafaqat oleh As-Syatibi.

Selain kitab-kitab tersebut di atas, juga terdapat kitab lain yaitu, Irsyadul Fuhul oleh Asy-Syaukani, Ushul Fiqih oleh Al-Chudari. Terdapat juga kitab Ushul fiqih dalam bahasa Indonesia dengan nama “Kelengkapan dasar-dasar fiqih” oleh Prof. T.M. Hasbi As-Shiddiqi.

Qiyas

 

Qiyas artinya menggabungkan atau menyamakan artinya menetapkan suatu hukum suatu perkara yang baru yang belum ada pada masa sebelumnya namun memiliki kesamaan dalah sebab, manfaat, bahaya dan berbagai aspek dengan perkara terdahulu sehingga dihukumi sama.
Dalam Islam, Ijma dan Qiyas sifatnya darurat, bila memang terdapat hal hal yang ternyata belum ditetapkan pada masa-masa sebelumnya

Rukun Qiyas

Rukun Qiyas ada empat;

Al-ashl (pokok)
Al-ashl ialah sesuatu yang telah ditetapkan ketentuan hukumnya berdasarkan nash, baik berupa Quran maupun Sunnah.
Mengenai rukun ini, para ulama menetapkan beberapa persyaratan sebagai berikut:
1. Al-ashl tidak mansukh. Artinya hukum syara’ yang akan menjadi sumber pengqiyasan itu masih berlaku pada masa hidup Rasulullah. Apabila telah dihapuskan ketentuan hukumnya, maka ia tidak dapat menjadi al-ashl.
2. Hukum syara’. Persyaratan ini sangat jelas dan mutlak, sebab yang hendak ditemukan ketentuan hukumnya melalui qiyas adalah hukum syara’, bukan ketentuan hukum yang lain.
3. Bukan hukum yang dikecualikan. Jika al-ashl tersebut merupakan pengecualian, maka tidak dapat menjadi wadah qiyas.

Al-far’u (cabang)
Al-far’u ialah masalah yang hendak diqiyaskan yang tidak ada ketentuan nash yang menetapkan hukumnya.
Mengenai rukun ini, para ulama menetapkan beberapa persyaratan sebagai berikut:
1. Sebelum diqiyaskan tidak pernah ada nash lain yang menentukan hukumnya.
2. Ada kesamaan antara ‘illah yang terdapat dalam al-ashl dan yang terdapat dalam al-far’u.
3. Tidak terdapat dalil qath’i yang kandungannya berlawanan dengan al-far’u.
4. Hukum yang terdapat dalam al-ashl bersifat sama dengan hukum yang terdapat dalam al-far’u.

Hukum Ashl
Hukum Ashl adalah hukum yang terdapat dalam masalah yang ketentuan hukumnya itu ditetapkan oleh nash tertentu, baik dari Quran maupun Sunnah.
Mengenai rukun ini, para ulama menetapkan beberapa persyaratan sebagai berikut:
1. Hukum tersebut adalah hukum syara’, bukan yang berkaitan dengan hukum aqliyyah atau adiyyah dan/atau lughawiyah.
2. ‘Illah hukum tersebut dapat ditemukan, bukan hukum yang tidak dapat dipahami ‘illahnya.
3. Hukum ashl tidak termasuk dalam kelompok yang menjadi khushshiyyah Rasulullah.
4. Hukum ashl tetap berlaku setelah waftnya Rasulullah, bukan ketentuan hukum yang sudah dibatalkan.

Illah
‘Illah adalah suatu sifat yang nyata dan berlaku setiap kali suatu peristiwa terjadi, dan sejalan dengan tujuan penetapan hukum dari suatu peristiwa hukum.
Mengenai rukun ini, agar dianggap sah sebagai ‘illah, para ulama menetapkan beberapa persyaratan sebagai berikut:
1. Zhahir, yaitu ‘illah mestilah suatu sifat yang jelas dan nyata, dapat disaksikan dan dapat dibedakan dengan sifat serta keadaan yang lain.
2. ‘Illah harus mengandung hikmah yang sesuai dengan kaitan hukum dan tujuan hukum. Dalam hal ini, tujuan hukum adalah jelas, yaitu kemaslahatan mukallaf di dunia dan akhirat, yaitu melahirkan manfaat atau menghindarkan kemudharatan.
3. Mundhabithah, yaitu ‘illah mestilah sesuatu yang dapat diukur dan jelas batasnya.
4. Mula’im wa munasib, yaitu suatu ‘illah harus memiliki kelayakan dan memiliki hubungan yang sesuai antara hukum dan sifat uang dipandang sebagai ‘illah.
5. Muta’addiyah, yaitu suatu sifat yang terdapat bukan hanya pada peristiwa yang ada nash hukumnya, tetapi juga terdapat pada peristiwa-peristiwa lain yang hendak ditetapkan hukumnya.

Lowongan Kerja


untuk pembaca setia di blog kami ada sedikit info loker ni,, mungkin ada yang berminat

Need 15 Umbrella Girl For Golf

Tanggal 11 january 2015 @sentulhighlandgolf
Kiteria :
- min 165cm (no heels)
- max umur 25
- cantik, (maaf tidak gendut)
- komit
- on time
- bisa bangun pagi
- tidak rewel
- fee 400 - 500
- stanby jam 5pgi di meeting point

Deskjob
- untuk payungin golfer saja

Yang sesuai kiteria langsung send foto (full body) dan close up (no edit) beserta biodata

Hubungi langsung temen mimin yang cantik.
Cp: rani
BBM: 51b191df
WA: 081282391518 (no sms)

Path Niatan Membuka Kantor Perwakilan Di Jakarta Dan Indonesia Sebagai Inspirasi Path


Selama pertama kali di luncurkannya, Path dapat terkoneksi dengan 150 teman saja.dan morin beranggapan 150 orang saja sudah ideal untuk sebuah jejaring sosial pertemanan. meski terbatas, namun inilah sisi eksklusif path yang membedakan dengan jejaring sosial yang lainya.

CEO dan FOunder Path, , pada jumat (5/12) lalu kembali datang ke jakarta. dalam suatu perbincangan Morin menyebut indonesia adalah satu inspirasi Path. apa maksud "inspirasi" mantan karyawan facebook tersebut.

Pada Mei 2014, Path memutuskan untuk menambah jumlah teman yang bisa terkoneksi menjadi 500 orang. Dikatakan Morin, Jumlah ini bertambah sebab jadi permintaan utama dari USER Tanah Air.

“Hal itu memang menjadi permintaan utama dari masyarakat Indonesia,” ungkap pria berkacamata itu.

Dan demikian, diakui Morin jika Path memang banyak terinspirasi dari pengguna asal indonesia terlebih dari sisi penambahan cakupan teman. ia menambahkan, orang indonesia juga memilik semangat untuk menciptakan perubahan. di ke depannya nanti path memiliki rencana untuk melibatkan pengembang lokal dalam membuat stiker digital.

"Menurut saya, orang Indonesia tidak takut untuk memulai usaha baru. Tidak seperti di AS yang sepertinya butuh banyak waktu untuk tidak meragukan diri sendiri,” imbuhnya.

Indonesia di mata Morin adalah pasar penting bagi Path. Negeri ini menyumbang sekitar empat juta pengguna yang 80% dari mereka adalah user aktif. Tidak heran jika diketahui kemudian Path miliki niatan bakal membuka kantor perwakilan di Jakarta pada awal 2014.

Download Aplikasi Accurate v3.3 Akuntansi

Buat yang kuliah di jurusan akuntansi. aplikasi Accurate v3.3 mungkin sudah tidak asing lagi. Software akuntansi dengan modul Account Payable, Account Receivable, Inventory, dan General Ledger yang terintegrasi. Dalam versi Standard, kami memberikan 2 (dua) license. Artinya, 2 user/client bisa menginput ke dalam 1 (satu) database dalam waktu yang bersamaan. Ada banyak fitur yang tersedia di Accurate 3. Fitur besar yang terdapat di versi ini adalah:
1.    Pajak masukan di modul pembelian (Purchase order dan Purchase Invoice)
2.    Harga satuan yang termasuk pajak (Inclusive Tax) di semua form yang ada hubungan dengan pajak (PPN).
3.    Template untuk semua form dengan designer yang lebih mudah dan field-field yang lebih lengkap
4.    Ongkos kirim (Freight) untuk modul pembelian dan penjualan
5.    Sepuluh buah custom field yang tersedia di semua form yang berhubungan dengan item.
6.    Perhitungan komisi Saleman yang lebih lengkap.
7.    Penambahan modul Rekonsiliasi Bank.
Selain fitur-fitur besar di atas, berikut perincian penambahan / perbaikan fitur yang telah dilakukan di versi 3:
KELEBIHANNYA :
1.    Customer & Vendor
-       Bisa mengisi Saldo awal lebih dari 1 invoice.
2.    Purchase Order
-       Ada penambahan field Terms, dan FOB
3.    Purchase Invoice
-       Terdapat field Fiscal Rate untuk pembelian mata uang asing dengan PPN.
4.    Receive Item
-       Tidak menjurnal ke Hutang dagang lagi, namun ke: Barang yang belum ditagih (Unbilled goods).
5.    Purchase Return (d/h: Debit Memo)
-       Nilai retur bisa memasukkan nilai Tax, Freight dan Discount dari Purchase Invoice.
6.    Vendor Payment (d/h: Make Payment)
-       Setiap form ada nomor urutnya agar mempermudah pengarsipan.
7.    Sales Order
-       Ditambahkan field Salesman
8.    Sales Invoice / Delivery Order
-       Item service dari SO bisa diproses lebih dari 1 Sales Invoice
KEKURANGANNYA :
1. Single login. Hanya bisa login menggunakan user supervisor.
2. Membuka database dari local PC, tidak bisa membuka database dari lokasi remote.
3. OEM license, tidak bisa dimigrasikan atau dipindah ke komputer lain.
4. Tidak untuk pemakaian multiple user, tidak diperbolehkan menambah license.
5. Tidak mendapat diskon untuk major upgrade atau trade-in.

 Untuk yang berminat silahkan Download Dibawah ini dan jangan lupa untuk membeli yang pronya.

Download Accurate 3.3

Download Aplikasi Accurate v3.3 Akuntansi

Buat yang kuliah di jurusan akuntansi. aplikasi Accurate v3.3 mungkin sudah tidak asing lagi. Software akuntansi dengan modul Account Payable, Account Receivable, Inventory, dan General Ledger yang terintegrasi. Dalam versi Standard, kami memberikan 2 (dua) license. Artinya, 2 user/client bisa menginput ke dalam 1 (satu) database dalam waktu yang bersamaan. Ada banyak fitur yang tersedia di Accurate 3. Fitur besar yang terdapat di versi ini adalah:
1.    Pajak masukan di modul pembelian (Purchase order dan Purchase Invoice)
2.    Harga satuan yang termasuk pajak (Inclusive Tax) di semua form yang ada hubungan dengan pajak (PPN).
3.    Template untuk semua form dengan designer yang lebih mudah dan field-field yang lebih lengkap
4.    Ongkos kirim (Freight) untuk modul pembelian dan penjualan
5.    Sepuluh buah custom field yang tersedia di semua form yang berhubungan dengan item.
6.    Perhitungan komisi Saleman yang lebih lengkap.
7.    Penambahan modul Rekonsiliasi Bank.
Selain fitur-fitur besar di atas, berikut perincian penambahan / perbaikan fitur yang telah dilakukan di versi 3:
KELEBIHANNYA :
1.    Customer & Vendor
-       Bisa mengisi Saldo awal lebih dari 1 invoice.
2.    Purchase Order
-       Ada penambahan field Terms, dan FOB
3.    Purchase Invoice
-       Terdapat field Fiscal Rate untuk pembelian mata uang asing dengan PPN.
4.    Receive Item
-       Tidak menjurnal ke Hutang dagang lagi, namun ke: Barang yang belum ditagih (Unbilled goods).
5.    Purchase Return (d/h: Debit Memo)
-       Nilai retur bisa memasukkan nilai Tax, Freight dan Discount dari Purchase Invoice.
6.    Vendor Payment (d/h: Make Payment)
-       Setiap form ada nomor urutnya agar mempermudah pengarsipan.
7.    Sales Order
-       Ditambahkan field Salesman
8.    Sales Invoice / Delivery Order
-       Item service dari SO bisa diproses lebih dari 1 Sales Invoice
KEKURANGANNYA :
1. Single login. Hanya bisa login menggunakan user supervisor.
2. Membuka database dari local PC, tidak bisa membuka database dari lokasi remote.
3. OEM license, tidak bisa dimigrasikan atau dipindah ke komputer lain.
4. Tidak untuk pemakaian multiple user, tidak diperbolehkan menambah license.
5. Tidak mendapat diskon untuk major upgrade atau trade-in.

 Untuk yang berminat silahkan Download Dibawah ini dan jangan lupa untuk membeli yang pronya.

Download Accurate 3.3

Download Aplikasi Rene V2.1 Akuntansi

Rene V2.1 Point Of Sale adalah sebuah software penjualan.


Silahkan download aplikasinya di bawah ini. tapi ingat. aplikasi yang ada disini hanyalah demo atau trial. untuk yang pronya silahkan beli di situs resminya.

Download aplikasi Rene V2.1 Point Of Sale.